Kak Poetri (Poetri Soehendro) Suaranya akan selalu kita dengar ketika ia mendongeng tiap pagi sekitar pukul 06.00 dan 06.30 di Radio Female mengantar anak-anak ke sekolah. Bahkan ada anak yang belum mau turun dari mobil untuk masuk sekolah kalau belum mendengar dongengannya. Dialah Poetri Soehendro, seorang di antara sedikit yang berminat pada dunia anak dan dongeng. Sebelum terjun pada dunia dongeng, ia cukup lama malang melintang di dunia advertising, dari membuat film sampai jingle radio sudah ia lakoni lebih 15 tahun di banyak negara, “Dunia advertising itu ‘kejam’ dalam arti tidak ada hati nurani di situ. Yang penting kejar deadline, kerja mati-matian dan dibayar tinggi selama kita bisa menekan supplier dan kerjaan bagus. Jadi yang namanya hati nurani mati, lempeng aja.” Tutur Poetri saat ditemui Toga News sebelum ia mulai mendongeng di Pojok Anak -Toko Gunung Agung beberapa waktu lalu. Lepas dari advertising, ia bergabung di sebuah radio atas ajakan seorang temannya. Meski dengan...
Minggu , 04 Mei 2008 , Not Only Teach But Also Touch. Ricky Reynald Yulman SATU hal yang sering dilupakan orangtua dan guru dalam mendidik anak menjadi manusia kreatif adalah memberi anak-anak motivasi. Namun, motivasi tak dapat diberikan dengan cara-cara yang membuat anak justru merasa takut dan tertekan. PERINGATAN ini diungkapkan Andi Yudha Asfandiya, pemerhati dunia anak dalam seminar bertajuk Pendidikan Motivasi + Karakter Gerbang Kesuksesan Masa Depan, di Gedung Vidya Chandra Jalan Sangkuriang Cimahi, Kamis (1/5) pagi. "Satu hal yang sangat penting dalam mengembangkan kreativitas dan kecerdasan anak adalah menciptakan suasana aman dan nyaman secara psikologis. Jangan sampai ada ungkapan-ungkapan negatif. Jangan ada caci maki, membentak, rasa tak percaya, suudzon, gerutu, cemberut, dan sejenisnya," ingat Andi. Di hadapan sekitar 300 peserta seminar yang diadakan Sekolah Interaktif Gemilang Mutafannin dan Forum Masyarakat Sekolah Interaktif Gemilang Mutafannin, pria kelah...
Kak Harris yang berprofesi sebagai pendongeng melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati. Laki-laki kelahiran Surabaya, 18 Maret 1983 ini memulai karir mendongengnya sejak bekerja di Perpustakaan Kota Surabaya. Mulanya, ia bekerja sebagai server di Perpustakaan Kota Surabaya, kemudian beralih menjadi pendongeng anak. “Saya dulu kerja di sana (Perpustakaan Kota Surabaya) di bagian layanan. Terus saya juga ngisi acara di bagian dongeng. Sampai sekarang rutin mendongeng pindah-pindah tempat,” kata Kak Harris saat ditemui di Kebun Binatang Surabaya, Minggu (10/11/2019). Menurutnya, dunia dongeng adalah dunia yang menyenangkan. Melalui dongeng, ia bisa berbagi cerita pada anak-anak sekaligus menularkan ilmu. “Dongeng ini media yang sangat baik untuk menyampaikan pesan pada anak. Lewat dongeng juga kita bisa memberi nasihat sekaligus perhatian pada anak,” tuturnya. Setiap mendongeng, Kak Harris membawakan cerita berbeda sesuai dengan tema yang diangka...
Komentar