Kak Poetri (Poetri Soehendro) Suaranya akan selalu kita dengar ketika ia mendongeng tiap pagi sekitar pukul 06.00 dan 06.30 di Radio Female mengantar anak-anak ke sekolah. Bahkan ada anak yang belum mau turun dari mobil untuk masuk sekolah kalau belum mendengar dongengannya. Dialah Poetri Soehendro, seorang di antara sedikit yang berminat pada dunia anak dan dongeng. Sebelum terjun pada dunia dongeng, ia cukup lama malang melintang di dunia advertising, dari membuat film sampai jingle radio sudah ia lakoni lebih 15 tahun di banyak negara, “Dunia advertising itu ‘kejam’ dalam arti tidak ada hati nurani di situ. Yang penting kejar deadline, kerja mati-matian dan dibayar tinggi selama kita bisa menekan supplier dan kerjaan bagus. Jadi yang namanya hati nurani mati, lempeng aja.” Tutur Poetri saat ditemui Toga News sebelum ia mulai mendongeng di Pojok Anak -Toko Gunung Agung beberapa waktu lalu. Lepas dari advertising, ia bergabung di sebuah radio atas ajakan seorang temannya. Meski dengan...
Tanamkan Cinta Islam lewat Dongeng '' PEMBERIAN nama kepada anak selain merupakan doa, juga sebagai peringatan. Contohnya Yanuarto karena lahir Januari. Febrianti lahir...,'' kata Kak Imung. Sekitar 150 anak di Masjid Baitul Muttaqien, Kelurahan Teluk, Purwokerto Selatan menyambung bersama-sama, ''Februari''. Ketika Kak Imung mengatakan Apriliani, Meilani, dan Juni, anak-anak pun langsung menyebutkan bulan kelahiran nama-nama itu dengan tepat. ''Kalau Barjuli lahir...,'' kata Kak Imung. Anak-anak serempak menjawab Juli. ''Agustus,'' kata ustad itu. ''Juli,'' bantah siswa-siswi taman pendidikan Alquran itu tak mau kalah. '' Bar (setelah) Juli kan Agustus,'' jelas Kak Imung. Spontan semua hadirin, termasuk para remaja anggota IPNU/ IPPNU yang menjadi panitia safari dongeng anak di masjid itu, terpingkal-pingkal. Itulah salah satu gaya Kak Imung dalam membawakan dongeng anak Islam. Metode lai...
Belajar jadi terasa menyenangkan bila dilakukan dengan metode tertentu, seperti lewat mendengarkan dongeng. Apalagi jika si pendongeng membawakan ceritanya dengan penuh kelucuan dan enerjik. Salah satu pendongeng yang berhasil menarik perhatian anak-anak adalah Puput Yulianti, atau yang lebih akrab disapa Kak Puput. Ia terjun menjadi pendongeng sejak tahun 2015 dengan menggunakan media boneka bernama Aiz. "Sejak kecil saya sudah senang sekali diceritain sama bapak, bapak saya suka mendongeng. Saya juga suka berkecimpung di dunia teater dan sering mengikuti lomba-lomba. Saat saya sudah mempunyai anak, saya senang sekali mendongeng untuk anak saya. Nah saat itu saya berpikir apa sih passion saya sebenenarnya," ujar Puput mengawali perbincangannya dengan detikcom, Selasa (16/10/2018). Kecintaan ini semakin berkembang saat perempuan kelahiran Surabaya, 13 Juli 1978 silam ini menulis skripsi untuk menyelesaikan studinya di Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya la...
Komentar