Kak Poetri (Poetri Soehendro) Suaranya akan selalu kita dengar ketika ia mendongeng tiap pagi sekitar pukul 06.00 dan 06.30 di Radio Female mengantar anak-anak ke sekolah. Bahkan ada anak yang belum mau turun dari mobil untuk masuk sekolah kalau belum mendengar dongengannya. Dialah Poetri Soehendro, seorang di antara sedikit yang berminat pada dunia anak dan dongeng. Sebelum terjun pada dunia dongeng, ia cukup lama malang melintang di dunia advertising, dari membuat film sampai jingle radio sudah ia lakoni lebih 15 tahun di banyak negara, “Dunia advertising itu ‘kejam’ dalam arti tidak ada hati nurani di situ. Yang penting kejar deadline, kerja mati-matian dan dibayar tinggi selama kita bisa menekan supplier dan kerjaan bagus. Jadi yang namanya hati nurani mati, lempeng aja.” Tutur Poetri saat ditemui Toga News sebelum ia mulai mendongeng di Pojok Anak -Toko Gunung Agung beberapa waktu lalu. Lepas dari advertising, ia bergabung di sebuah radio atas ajakan seorang temannya. Meski dengan...
Belajar jadi terasa menyenangkan bila dilakukan dengan metode tertentu, seperti lewat mendengarkan dongeng. Apalagi jika si pendongeng membawakan ceritanya dengan penuh kelucuan dan enerjik. Salah satu pendongeng yang berhasil menarik perhatian anak-anak adalah Puput Yulianti, atau yang lebih akrab disapa Kak Puput. Ia terjun menjadi pendongeng sejak tahun 2015 dengan menggunakan media boneka bernama Aiz. "Sejak kecil saya sudah senang sekali diceritain sama bapak, bapak saya suka mendongeng. Saya juga suka berkecimpung di dunia teater dan sering mengikuti lomba-lomba. Saat saya sudah mempunyai anak, saya senang sekali mendongeng untuk anak saya. Nah saat itu saya berpikir apa sih passion saya sebenenarnya," ujar Puput mengawali perbincangannya dengan detikcom, Selasa (16/10/2018). Kecintaan ini semakin berkembang saat perempuan kelahiran Surabaya, 13 Juli 1978 silam ini menulis skripsi untuk menyelesaikan studinya di Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya la...
Seseorang yang memiliki keahlian langka, yaitu sebagai pendongeng yang mampu menirukan berbagai karakter dan 154 bunyi-bunyian. 17 tahun menggeluti dunia mendongeng serta mendedikasikan keahlian tersebut untuk turut “Membangun Karakter Bangsa Melalui Dongeng”. Sejumlah prestasi dan penghargaan telah diperoleh dalam rentang waktu pengabdiannya. Konsep dongeng yang dikembangkannya adalah dongeng edukatif untuk membangun karakter secara massal, atraktif-interaktif, segar-humor, serta bercita rasa nasional. Audiens yang menjadi pecinta fanatik dongengnya berasal dari beragam usia, dari kanak-kanak hingga dewasa. Kemampuan penguasaan audiennya sangat tinggi, dari jumlah audien sedikit hingga belasan ribu orang. Hal yang sulit dicari tandingannya adalah kemampuan kreatifnya untuk mengendalikan audiens dalam waktu singkat hingga berjam-jam lamanya. Uniknya, tak seorang pun yang teralih perhatiannya, hanyut dalam alur dan pesan-pesan ceritanya. Ribuan jam terbang menjadikan Kak Bimo good exper...
Komentar