Postingan

Lili Suryadi Salim (Emoet Padaringan)

Gambar
Profil Pendongeng yang Jadi Direktur Oleh : Asep Saevata 17-Des-2007, 02:11:34 WIB - [www.kabarindonesia.com] KabarIndonesia - PENDONGENG berbahasa Sunda yang disiarkan langsung oleh studio radio, tampaknya masih jarang terutama yang dikenal dan terkenal. Seperti halnya tempo dulu dialami oleh Jamar Media dan Wa Kepoh. Sebab, juru dongeng seringkali dipandang sebelah mata dan dijalani karena hobi, ataupun profesi tambahan bagi mereka yang mencintai dunia anak dan buku-buku cerita. Namun hal ini dibantah oleh pendongeng, Lili Suryadi Salim yang dikenal dengan sebutan Emoet Padaringan merangkap Direktur PT. Radio Duta Suara Subang atau DSS Biang Goyang Subang di jalur 106,9 FM. Dia mengatakan, tidak demikian sekarang ini karena pendongeng sama seperti profesi lain, yang dapat diandalkan sebagai gantungan hidup. "Alhamdulillah, saya sendiri bisa begini karena mendongeng walaupun belum sepenuhnya apa yang diinginkan terpenuhi karena memang sifat manusia selalu berkekurangan," kat...

Made taro

Gambar
“Cock-a-doodle-doo !! Marilah bermain !!! ” Kokok ayam bukan sekedar pertanda pagi, bahasa unggas ini juga mencitrakan anak-anak. Dalam bahasa kehidupan, hari esok adalah hari depan anak-anak. Pikiran sederhana inilah yang menggugah Taro untuk selalu dekat dengan anak-anak. Bahkan teater yang ia dirikan sejak tahun 1979 di beri nama “Teater Kukuruyuk “ Made Taro adalah sosok pendidik yang sederhana. Ia sangat mencintai pekerjaannya yang selaras dengan hobinya bercerita, menginventarisasi permainan anak-anak, menciptakan lagu anak-anak. Sehingga banyak prestasi yang telah ia raih, diantaranya pernah meraih guru teladan tingkat Propinsi Bali, serta pernah meraih hadiah penulis cerita anak-anak terbaik tingkat Nasional di Jakarta. Menulis cerita anak bagi Taro, adalah panggilan jiwanya. Dorongan intuisi kreatifnya merangsangnya melakukan kegiatan menulis cerita anak-anak, sehingga ia sangat jarang memperhitungkan uang. Ketika ia memperbanyak buku yang ditulisnya, Taro melakukannya deng...

DONNA WASHINGTON (TAMU KITA.....!)

Gambar
Donna Washington http://www.dlwstoryteller.com/ Ia salah satu pendongeng terbaik Amerika, dari penampilan video klipnya kelihatan sekali Ia sangat ekspresif, kuat dan imajinatif.

Kang Azul (Zulfikar M. Rahman)

Gambar
Dongeng Minggu lahir dari concern bersama tentang mulai menghilangnya budaya mendongeng di masyarakat kita. Tak perlu mengangkat nama institusi pencetusnya, esensi dari kegiatan sosial penuh makna ini tak lain ingin memberi alternatif acara yg baik, murah dan edukatif bagi anak2 dan dewasa. Imbuhannya, pemanfaatan area toko buku yg idealnya tidak hanya sbg tempat mencari dan membeli buku, tapi juga sbg tempat penularan nilai2 budaya cinta buku." Dongeng Minggu(DM) di Toko Buku Gramedia Matraman, Jakarta bakalan diadakan lagi. Seperti biasa, DM akan dimulai pukul 11-13 WIB atau jam 11 ampe jam 1 siang di lantai 3 Toko Buku Gramedia Matraman. Sumber : http://ridathea.multiply.com/photos/album/11

Kak Ucon (Yusron Muchsin)

Gambar
Timun Mas vs Kopassus Adik-adik...kakak datang lagi nih. Semua sudah pada mandi? Kali ini kakak mau menceritakan pengalaman kakak dalam mendongeng pada Rabu, 12 Maret 2007 lalu. Di hari itu kakak dan seorang pendongeng senior, Kak Eva, diminta untuk membawakan dongeng dalam pembukaan toko buku Gramedia baru di Mall Cijantung, Jakarta Timur. Permintaan dari teman-teman Gramedia itu sangat mendadak, hanya beberapa hari sebelum hari H. Yang membuat kakak dan Kak Eva bingung, durasi waktu mendongeng hanya 10 menit. Bukan itu saja, undangannya pun orang-orang dewasa, kebanyakan para pejabat Kopassus (Komando Pasukan Khusus), mengingat Mall Cijantung memang kepunyaan Kopassus. Dalam sekali pertemuan dengan Kak Eva, bukan latihan yang kita lakukan tapi membahas model dongengnya kayak apa? Dan ceritanya tentang apa? Sekali lagi, mengingat waktunya hanya 10 menit. Sempat kita berdua menawar ke teman Gramedia agar durasi ditambah. Rayuan kita berdua ternyata dahsyat, dongengnya boleh molor h...

Kak Dwi (Dwi Cahyadi)

Gambar
Klub Dongeng Kanvas Didirikan pada tahun 1987 oleh Zak Sorga. Dalam perjalanannya telah mementaskan puluhan naskah bertema sosial-kerakyatan bergaya komedi hitam diberbagai kantong-kantong budaya dan kampus-kampus di seluruh Indonesia, diantaranya : Aljabar, Berbiak dalam Asbak, Reuni Orang-orang, Menumbangkan Kedzaliman, Intifadhah, Blangwir Nylonong di Priok, Konspirasi, Kursi-kursi, Oksodus?Tidak, Peternakan Kota dan Tikus, Di Luar Ruang, Ekosistem diatas Kompor, Revolusi Burung, Melawan Arus Sepatu, Pasukan Berani Malu, Dongeng di Negeri Sulapan, Petruk Gugat/Wek-wek, dll. Tampil di Graha Bhakti Budaya TIM, Gedung Kesenian Jakarta, Taman Budaya Solo, Taman Budaya Lampung, dan lain-lain. Teater Kanvas tiga kali berturut-turut memenangkan Festival Teater Jakarta sehingga dinobatkan sebagai Teater Senior. Sebagai komunitas teater yang berjiwa islami, Teater Kanvas telah dua kali menjadi bahan skripsi S1 yang mengurai tentang kisi-kisi ke-islamannya, salah satunya yang ditulis oleh Sis...

Kak Ato (Muhammad Tatohirin)

Mencari Format dalam Mengembangkan Minat Baca Masyarakat Kamis, 8 Desember 2004 JAKARTA - Dalam seminar sehari yang diselenggarakan oleh Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca, bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional RI, di aula Perpustakaan Nasional RI pada tanggal 8 Desember 2005 sangat menarik untuk disimak. Menurut Muhammad Tatohirin atau yang lebih dikenal dengan nama Kak Ato, gerakan memasyarakatkan minat baca merupakan usaha yang harus dilakukan secara terus-menerus dan memerlukan waktu yang cukup panjang. Di samping itu, untuk keberhasilan sebuah gerakan diperlukan pengkajian tentang problematika sekitar masalah peningkatan minat baca masyarakat. Dengan demikian dapat dibuat formula gerakan yang tepat pada sasaran yang sesuai. Masih menurut Kak Ato, masyarakat Indonesia sudah mengenal budaya membaca secara lisan dengan mendongeng pada anak ketika menjelang tidur. Mendongeng dapat dijadikan jembatan untuk mengetahui cerita selanjutnya melalui me...