Kak Andi (Andi Yudha Isfandiyar)



Minggu , 04 Mei 2008 ,
Not Only Teach But Also Touch.
Ricky Reynald Yulman

SATU hal yang sering dilupakan orangtua dan guru dalam mendidik anak menjadi manusia kreatif adalah memberi anak-anak motivasi. Namun, motivasi tak dapat diberikan dengan cara-cara yang membuat anak justru merasa takut dan tertekan.


PERINGATAN ini diungkapkan Andi Yudha Asfandiya, pemerhati dunia anak dalam seminar bertajuk Pendidikan Motivasi + Karakter Gerbang Kesuksesan Masa Depan, di Gedung Vidya Chandra Jalan Sangkuriang Cimahi, Kamis (1/5) pagi.


"Satu hal yang sangat penting dalam mengembangkan kreativitas dan kecerdasan anak adalah menciptakan suasana aman dan nyaman secara psikologis. Jangan sampai ada ungkapan-ungkapan negatif. Jangan ada caci maki, membentak, rasa tak percaya, suudzon, gerutu, cemberut, dan sejenisnya," ingat Andi.


Di hadapan sekitar 300 peserta seminar yang diadakan Sekolah Interaktif Gemilang Mutafannin dan Forum Masyarakat Sekolah Interaktif Gemilang Mutafannin, pria kelahiran Malang, Jawa Timur, yang juga CEO Mizan Media Utama ini mengatakan bahwa sekarang masih banyak orangtua dan guru sebatas mengajar.


"Padahal, kita sebaiknya menggunakan prinsip, not only teach but also touch. Dua aspek ini saling menyeimbangkan satu dengan yang lain buat membentuk karakter anak," ujarnya.


Aspek touch menurut Andi adalah merangsang dan memotivasi anak dengan kasih sayang. "Lewat cara ini anak menerima gambaran utuh pengalaman emosional dan kasih sayang," terang Andi.


Pencipta karakter kucing Mio dalam komik anak-anak terbitan Mizan ini menambahkan, bila kedua aspek tersebut dilakukan konsisten, maka peluang anak memperoleh kecerdasan makin terbuka.


Bukan cuma kecerdasan intelektual (IQ), tapi juga kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Keseimbangan ketiganya, membuat anak tumbuh menjadi anak kreatif dan bisa mengoptimalkan kemampuan mencari solusi dari setiap masalah yang akan dihadapi.


Ketika kecerdasan spiritual (SQ) berkembang baik, seseorang mulai menyadari secara penuh, gagasan, inovasi, dan kreativitas yang ia temukan mempunyai makna dalam kehidupannya. Kesadaran ini menumbuhkan keyakinan pada pemanfaatan lebih luas untuk kebaikan dengan dilandasi ketulusan serta kejernihan hati.


Motivasi bakal tepat sasaran bila orangtua dan guru lebih dulu memahami berbagai potensi kreativitas anak-anak yang sifatnya spontan, original, dan tak terduga. (ricky reynald yulman)


Biarkan Anak Mencoba
METODE rekreatif atau permainan seperti menggambar, mendongeng, dan memasak, sangat direkomendasikan oleh para ahli pendidikan untuk mengembangkan kreativitas anak. Biarkan anak berani mencoba menggunakan media berupa botol plastik, biji kenari, biji asam jawa, dan sebagainya. Jangan buru-buru melarang, namun awasilah agar apa yang dilakukan anak tak sampai membahayakan dirinya.


Lingkungan kondusif bisa diciptakan dengan cara melibatkan anak dalam berbagai kegiatan atau suatu proyek yang dilakukan orangtua atau guru. Misalnya membuat kandang monyet, membuat kue ulang tahun, dan mencuci mobil.


Melalui metode ini anak-anak akan merasa aman secara emosional. Mereka pun merasa diterima dan dibolehkan membantu orang dewasa di sekitarnya. Sehingga para orangtua dan guru bisa lebih mudah menemukan dan menganalisa sampai di mana keseimbangan kecerdasan IQ, EQ, dan SQ anak. (ricky reynald yulman)


Mendorong Anak Kreatif
ORANGTUA dan pendidik bisa membentuk anak-anak mereka menjadi anak-anak kreatif. Antara lain dengan memberi dorongan terkait beberapa hal:
- Menumbuhkan rasa percaya diri dan berani
- Memberi contoh
- Menyadari keberagaman karakter anak
- Sungguh-sungguh
- Memberi kesempatan anak berekspresi dan bereksplorasi
- Memahami detail karakter anak
- Responsif
- Positive thinking
- Menggunakan aneka metoda dan aneka media
- Disiplin dan konsisten
- Motivasional
- Melakukan satu pekerjaan bersama anak
- Not only teach but also touch
(sumber: Andi Yudha Asfandiya/http://tribunjabar.co.id/artikel_view.php?id=8183&kategori=16)


“Namanya si Ijo!” Kata kak Andi Yudha Asfandiyar, sambil mengelus-elus kepala seekor ular hijau yang melilit di lehernya. Anak-anak yang didongengi kak Andi serentak bergidik. Awalnya ada yang menjerit takut, jijik, tapi tak sedikit pula yang malah menghampiri karena penasaran. Lambat laun, semua ingin mencoba memegang ular tersebut. Bahkan melilitkan di lehernya. Kak Andi tidak hanya pintar mendongeng ternyata, tapi juga jago menggambar. Buktinya beberapa anak yang berani memegang dan mengalungkan ular tersebut di leher mereka lalu digambarnya kemudian hasil gambar tersebut dihadiahkan kepada mereka. Ternyata bukan anak-anak saja yang ikut menjerit, tapi juga ibu-ibu yang duduk di barisan belakang, merasa geli juga melihat ular hijau, besar bermain-main di leher manusia.

Seperti itulah suasana yang terjadi ketika pembukaan diskusi “Keluarga Pengarang” dan launching novel karya Bella “Beautiful Days” yang dilaksanakan pada hari sabtu (10/02) kemarin. Setelah pembacaan puisi dari anak-anak kampung Ciloang dilanjutkan dengan dongeng tadi. Setelah itu baru diskusi tentang menumbuhkan minat baca dan tulis terhadap anak sejak dini. Acara berlangsung tertib. Firman venayaksa sebagai moderator sampai bolak-balik panggung memandu jalannya diskusi. Panggung Acara diskusi “Keluarga Pengarang” memang ditujukan untuk semua usia, mulai dari anak-anak, remaja, ibu-ibu, bapak-bapak, tumpah ruah.

Pada akhir acara kami kedatangan tamu yang tidak disangka-sangka; Asma Nadia, Hilman “Lupus” dan Biru Laut datang bersama-sama. Panggung yang di set seperti ruang keluarga oleh Pak Indra Kesuma, Rimba, langlang, Muhzen, Roy, Piter, Aji dan Awi semalam suntuk itu bertambah ramai karena ada diskusi kedua bersama ketiga penulis tadi. Alhamdulillah semua berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Hujan yang kami khawatirkan akan mengguyur kota Serang, berkat do’a semuanya tidak terjadi.

Keesokan harinya (11/02) kami kedatangan tamu yaitu Embay Mulya Syarif bersama anak lelakinya, Teguh. Ia datang untuk berbagi ilmu enterpreneurship kepada relawan Rumah Dunia sekaligus menyumbang uang sebesar Rp. 200.000 untuk kegiatan Rumah Dunia. Rencananya ia akan menjadi donatur tetap.
Sumber :http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtID=795

Komentar

morariz mengatakan…
how to join? please contact mora_riz@yahoo.com
dokterdina mengatakan…
bagaimana menjadi anggota saya tinggal di jakarta? please email dinamedinahusen@gmail.com
candradimuka15 mengatakan…
Kak kehfi the stoller cp 081514718428 (management)

Postingan populer dari blog ini

Kak Imung

Kak Poetri (Poetri Suhendro)

Kak Wuntat Wawan Sembodo